U N I V E R S I T A
S G U N A D A R M A
FAKULTAS TEKNOLOGI
INDUSTRI
PENGEMBANGAN
RENCANA BISNIS INFORMATIKA
Disusun Oleh : Muhammad
Farhan Febrianza
NPM : 54416168
Kelas : 4IA15
Jurusan : Teknik Informatika
Dosen : Desy Wulandari Asfary
Putri
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah Pengantar Bisnis Informatika
Universitas
Gunadarma
2019
TUGAS 2
1. Regulasi dan Prosedur Pendirian Perusahaan:
Pada zaman sekarang
untuk mencari pekerjaan sangat lah susah, keterbatasan perusahaan yang ada di
indonesia membatasi sumber daya manusia yang ada untuk mendapat kerja.
Sehingga tidak sedikit SDM yang ada berpikir untuk membuat usaha baru ( menjadi
wirausaha) dibandingkan melamar kerja. Dengan tujuan usaha yang dirintis
menjadi besar dan menjadi sebuah perusahaan yang nantinya dapat terus
berkembang. Berikut ini akan dijelaskan bentuk-bentuk badan usaha yang ada di
indonesia dan prosedur pendiriannya.
a)
Bentuk-Bentuk Usaha
Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis
yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.
Badan Usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah
lembaga. Sementara perusahaan adalah tempat
dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.
Jenis-Jenis Badan
Usaha :
·
Koperasi
Koperasi adalah badan
usaha yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan.
·
BUMN
Badan Usaha Milik
Negara (atau BUMN) ialah badan usaha yang permodalannya seluruhnya atau
sebagian dimiliki oleh Pemerintah. Status pegawai badan usaha-badan usaha
tersebut adalah karyawan BUMN bukan pegawai negeri. BUMN sendiri sekarang ada 3
macam yaitu Perjan, Perum dan Persero.
·
Perjan
Perjan adalah bentuk
badan usaha milik negara yang seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Perjan
ini berorientasi pelayanan pada masyarakat, Sehingga selalu merugi. Sekarang
sudah tidak ada perusahaan BUMN yang menggunakan model perjan karena besarnya
biaya untuk memelihara perjan-perjan tersebut sesuai dengan Undang Undang (UU)
Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN. Contoh Perjan: PJKA (Perusahaan Jawatan
Kereta Api) kini berganti menjadi PT.KAI
·
Perum
Perum adalah perjan yang
sudah diubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi pelayanan tetapi sudah profit
oriented. Sama seperti Perjan, perum di kelola oleh negara dengan status
pegawainya sebagai Pegawai Negeri. Namun perusahaan masih merugi meskipun
status Perjan diubah menjadi Perum, sehingga pemerintah terpaksa menjual
sebagian saham Perum tersebut kepada publik (go public) dan statusnya diubah
menjadi persero.
·
Persero
Persero adalah salah
satu Badan Usaha yang dikelola oleh Negara atau Daerah. Berbeda dengan Perum
atau Perjan, tujuan didirikannya Persero yang pertama adalah mencari keuntungan
dan yang kedua memberi pelayanan kepada umum. Modal pendiriannya berasal
sebagian atau seluruhnya dari kekayaan negara yang dipisahkan berupa
saham-saham. Persero dipimpin oleh direksi. Sedangkan pegawainya berstatus
sebagai pegawai swasta. Badan usaha ditulis PT < nama perusahaan >
(Persero). Perusahaan ini tidak memperoleh fasilitas negara.
·
BUMS
Badan Usaha Milik
Swasta atau BUMS adalah badan usaha yang didirikan dan dimodali oleh seseorang
atau sekelompok orang. Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, bidang- bidang usaha yang
diberikan kepada pihak swasta adalah mengelola sumber daya ekonomi yang
bersifat tidak vital dan strategis atau yang tidak menguasai hajat hidup orang
banyak. Berdasarkan bentuk hukumnya Badan usaha milik swasta dibedakan atas :
·
Perusahaan
Perekrutan
Perusahaan persekutuan
adalah perusahaan yang memiliki 2 pemodal atau lebih. Ada 3 bentuk perusahaan
persekutuan :
Firma
Firma (Fa) adalah
badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih dimana tiap- tiap anggota
bertanggung jawab penuh atas perusahaan. Modal firma berasal dari anggota
pendiri serta laba/ keuntungan dibagikan kepada anggota dengan perbandingan
sesuai akta pendirian.
Ciri-ciri Firma:
1) Para sekutu aktif
di dalam mengelola perusahaan.
2) Tanggung jawab yang
tidak terbatas atas segala resiko yang terjadi.
3) Akan berakhir jika
salah satu anggota mengundurkan diri atau meninggal dunia.
Persekutuan Komanditer
Persekutuan Komanditer
(commanditaire vennootschap atau CV) adalah suatu persekutuan yang didirikan
oleh 2 orang atau lebih. Persekutuan komanditer mengenal 2 istilah yaitu :
·
Sekutu
aktif adalah anggota yang memimpin/ menjalankan perusahaan dan bertanggung
jawab penuh atas utang- utang perusahaan.
·
Sekutu
pasif / sekutu komanditer adalah anggota yang hanya menanamkan modalnya kepada
sekutu aktif dan tidak ikut campur dalam urusan operasional perusahaan. Sekutu
pasif bertanggung jawab atas risiko yang terjadi sampai batas modal yang
ditanam.
Keuntungan yang
diperoleh dari perusahaan dibagikan sesuai kesepakatan.
>> Perseroan
Terbatas
Perseroan terbatas
(PT) adalah badan usaha yang modalnya diperoleh dari hasil penjualan saham.
Setiap pemegang surat saham mempunyai hak atas perusahaan dan setiap pemegang
surat saham berhak atas keuntungan (dividen).
·
Yayasan
Yayasan adalah suatu
badan usaha, tetapi tidak merupakan perusahaan karena tidak mencari keuntungan.
Badan usaha ini didirikan untuk sosial dan berbadan hukum.
b) Prosedur
dan Legalitas Pendirian Perusahaan
Pada zaman sekarang untuk mencari
pekerjaan sangat lah susah, keterbatasan perusahaan yang ada di indonesia
membatasi sumber daya manusia yang ada untuk mendapat kerja. Sehingga
tidak sedikit SDM yang ada berpikir untuk membuat usaha baru ( menjadi wirausaha)
dibandingkan melamar kerja. Dengan tujuan usaha yang dirintis menjadi besar dan
menjadi sebuah perusahaan yang nantinya dapat terus berkembang. Berikut ini
akan dijelaskan bentuk-bentuk badan usaha yang ada di indonesia dan prosedur
pendiriannya.
a. Cek
dan Pemesanan Nama Perusahaan
Permohonan diajukan kepada
Notaris. Pengecekan nama perusahaan dilakukan untuk mengetahui apakah nama
perseroan yang anda pilih sudah dipesan atau digunakan pihak lain atau belum,
jika belum nama tersebut langsung bisa didaftarkan oleh NOTARIS melalui
SISMINBAKUM untuk mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM RI. Jika
nama perseroan sudah dimiliki, maka anda harus mengganti dengan nama yang lain.
Lama proses :
Lama proses :
·
Cek dan pendaftaran nama perusahaan 1 hari kerja
·
Persetujuan pemakaian Nama Perseroan Terbatas 5 hari kerja
b. Akta Pendirian Perseroan Terbatas
Permohonan diajukan kepada
Notaris setelah mendapatkan kepastian mengenai pemakaian Nama Perseroan
Terbatas, kemudian Notaris membuat buat Draf/Minuta Anggaran Dasar PT –
Perseroan Terbatas yang sama isinya dengan Akta Pendirian untuk ditandatangani oleh
para pendiri perusahaan atau kuasanya.
Disini para pendiri/kuasanya dapat memeriksa kembali dan atau melakukan perbaikan/penambahan isi anggaran dasar sebelum Notaris membuat akta pendirian PT – Perseroan Terbatas. Setelah minta anggaran dasar perseroan ditandatangani oleh para pendiri atau kuasanya kemudian Notaris membuat Akta Pendirian PT – Perseroan Terbatas sebagai bukti otentik Pendirian PT.
Persyaratan:
a) Fotokopi KTP para pendiri
Disini para pendiri/kuasanya dapat memeriksa kembali dan atau melakukan perbaikan/penambahan isi anggaran dasar sebelum Notaris membuat akta pendirian PT – Perseroan Terbatas. Setelah minta anggaran dasar perseroan ditandatangani oleh para pendiri atau kuasanya kemudian Notaris membuat Akta Pendirian PT – Perseroan Terbatas sebagai bukti otentik Pendirian PT.
Persyaratan:
a) Fotokopi KTP para pendiri
b) Fotokopi KTP pengurus
c) Data perusahaan (nama
pendiri, modal dasar, modal ditempatkan dan disetor, bidang usaha, susunan
pengurus)
Lama proses : 1-2 hari kerja
setelah minuta ditandatangani oleh para pendiri atau kuasanya.
c. Surat
Keterangan Domisili Perusahaan
Permohonan surat keterangan
domisili perusahaan diajukan kepada Kepala Kantor Kelurahan setempat sesuai
dengan alamat kantor perusahaan berada, sebagai bukti keterangan/keberadaan
alamat perusahaan.
Persyaratan lain yang dibutuhkan:
a)
Fotokopi kontrak/sewa tempat usaha atau bukti
kepemilikan tempat usaha.
b) Surat keterangan dari pemilik gedung apabila bedomisili di gedung perkantoran/pertokoan.
c) Fotokopi PBB-pajak bumi dan bangunan tahun terakhir sesuai tempat usaha Lama proses: 2 hari kerja setelah permohonan diajukan
d. Nomor Pokok Wajib Pajak
b) Surat keterangan dari pemilik gedung apabila bedomisili di gedung perkantoran/pertokoan.
c) Fotokopi PBB-pajak bumi dan bangunan tahun terakhir sesuai tempat usaha Lama proses: 2 hari kerja setelah permohonan diajukan
d. Nomor Pokok Wajib Pajak
Permohonan pendaftaran wajib
pajak badan usaha diajukan kepada Kepala Kantor. Pelayanan Pajak sesuai dengan
keberadaan domisili perusahaan untuk mendapatkan:
a) Kartu NPWP
b) Surat keterangan tedaftar
sebagai wajib pajak
Persyaratan :
a). Melampirkan bukti PPN
atas sewa Gedung
b). Melampirkan bukti
pelunasan PBB-pajak bumi banguan
c). Melampirkan bukti
kepemilikan atau bukti sewa/kontrak tempat usaha
Lama proses: 1-2 hari kerja setelah permohonan diajukan
e. Pengesahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas
Lama proses: 1-2 hari kerja setelah permohonan diajukan
e. Pengesahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas
Permohonan ini diajukan
kepada Menteri Hukum dan HAM RI untuk mendapatkan pengesahan Anggaran Dasar
Perseroan Terbatas (SK Menteri Hukum dan HAM RI) sebagai Badan Hukum PT sesuai
Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Persyaratan lain yang
dibutuhkan :
a) Melampirkan surat
pernyataan penyetoran modal yang ditandatangani olehpara pendiri perseroan
terbatas.
b) Melampirkan
NPWP-nomor pokok wajib pajak.
Lama proses : 14-30 hari
kerja setelah permohonan diajukan.
f.
Surat Izin Usaha Perdagangan
Permohonan SIUP diajukan kepada Dinas Perdagangan
Kota/Kabupaten untuk golongan SIUP menengah dan kecil, atau Dinas Perdagangan
Propinsi untuk SIUP besar sesuai dengan tempat kedudukan perusahaan berada.
Persyaratan lain yang dibutuhkan:
Persyaratan lain yang dibutuhkan:
a) SITU/HO untuk jenis kegiatan usaha yang
dipersyaratkan adanya SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan.
b) Photo direktur utama/pimpinan perusahaan
(3×4) sebanyak 2 (dua) lembar.
c) Mengisi Formulir pengajuan SIUP dengan materai
d) Fotocopy KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur
Utama/Direktur)
e) Pas Photo Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar)
e) Pas Photo Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar)
f) Fotocopy NPWP Direktur Utama/Direktur
g) Surat Keterangan Domisili Usaha
h) Fotocopy izin tertentu untuk usaha-usaha tertentu
i) Fotocopy akte pendirian dan pengesahannya (SK
dari Departemen Hukum
dan HAM)
j) Surat Kuasa bila pengurusan dikuasakan
(dengan materai Rp6000) dan KTP yang diberi kuasa
k) Keenam, mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
Lama Proses : 14 hari kerja setelah permohonan diajukan kecuali untuk SIUP besar
Lama Proses : 14 hari kerja setelah permohonan diajukan kecuali untuk SIUP besar
g. Tanda Daftar Perusahaan
Permohonan pendaftaran diajukan kepada Kantor
Pendaftaran Perusahaan yang
berada di Kota/Kabupaten cq. Dinas Perdagangan. Bagi
perusahaan yang telah terdaftar akan diberikan sertifikat Tanda Daftar Perusahaan
sebagai bukti bahwa Perusahaan/Badan Usaha telah melakukan Wajib Daftar
Perusahaan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.37/M-DAG/PER/9/2007 tentang
Penyelenggaraan Pendaftaran Perusahaan.Persyaratan lain yang dibutuhkan :
1) Mengisi Formulir pengajuan TDP dengan materai
2) Fotocopy KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur Utama/Direktur)
3) Pas Photo Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak
1) Mengisi Formulir pengajuan TDP dengan materai
2) Fotocopy KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur Utama/Direktur)
3) Pas Photo Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak
2 lembar)
4) Fotofcopy PWP Direktur Utama/Direktur
5) Surat Keterangan Domisili Usaha
6) Fotocopy izin tertentu untuk
usaha-usaha tertentu
7) Fotocopy akte pendirian dan
pengesahannya (SK dari Departemen Hukum dan HAM)
8) Surat Kuasa bila pengurusan dikuasakan
(dengan materai Rp6.000) dan KTP yang diberi kuasa
Lama Proses : 14 hari kerja setelah permohonan
diajukan
h. BNRI dan TBNRI
Ini adalah proses perseroan terbatas menjadi badan
hukum lebih sempurna. Perusahaan yang telah diumumkan dalam tambahan berita
acara negara Repbulik Indonesia, maka statusnya sebagai badan hukum telah
sempurna.
Permohonan ini dapat diajukan setelah perusahaan memiliki Tanda Daftar Perusahaan dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman & HAM RI.
Permohonan ini dapat diajukan setelah perusahaan memiliki Tanda Daftar Perusahaan dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman & HAM RI.
Lama proses : 60-90 hari kerja setelah permohonan
diajukan.
DOKUMEN WAJIB PERUSAHAAN
1. Akta Notaris
Merupakan dokumen resmi yang
dikeluarkan oleh notaris menurut KUH Perdata pasal 1870 dan HIR pasal 165 (Rbg
285) yang mempunyai kekuatan pembuktian mutlak dan mengikat.Akta-akta yang
boleh dibuat oleh Notaris :
– Pendirian Perseroan Terbatas (PT), perubahan juga Risalah Rapat Umum
– Pendirian Perseroan Terbatas (PT), perubahan juga Risalah Rapat Umum
– Pemegang Saham.
– Pendirian Yayasan
– Pendirian Badan Usaha – Badan
Usaha lainnya
– Kuasa untuk Menjual.
– Perjanjian Sewa Menyewa,
Perjanjian Jual Beli
– Keterangan Hak Waris
– Wasiat
– Pendirian CV termasuk perubahannya
2. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
Merupakan Surat Izin untuk dapat
melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. SIUP diberikan oleh menteri atau
pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang
perdagangan dan jasa. SIUP diberikan kepada para pengusaha baik perorangan,
Firma, CV, PT, Koperasi, BUMN, dan sebagainya.
3.
NPWP (Nomor Pokok Wajib
Pajak)
Merupakan nomor yang
diberikan kepada wajib pajak (WP) sebagai sarana dalam administrasi perpajakan
yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam
melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Syarat memperoleh NPWP :
Untuk Wajib Pajak Orang
Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. Syarat yang
diperlukan adalah:
1) Fotokopi Kartu Tanda
Penduduk bagi Penduduk Indonesia, atau paspor
2) Surat pernyataan tempat tinggal/domisili dari yang bersangkutan bagi orang asing.
2) Surat pernyataan tempat tinggal/domisili dari yang bersangkutan bagi orang asing.
4. Surat Izin
Gangguan (HO)
Merupakan surat keterangan yang menyatakan tidak
adanya keberatan dan gangguan atas lokasiusaha yang dijalankan oleh suatu
kegiatan usaha di suatu tempat.
2. SDM DAN
ORGANISASI
a.
Struktur organisasi fungsional
Dalam struktur organisasi fungsional,
setiap manajer yang mempunyai spesialisasi fungsional menggantikan tempat
dan peranan si pemilik perusahaan. Transisi menuju spesialisasi ini
membutuhkan sebuah perubahan substansial dalam gaya manajemen pimpinan
perusahaan. Sebagai organisasi yang menumbuhkan dan mengembangkan sejumlah
produk dan pasar yang berkaitan, struktur organisasi ini secara teratur berubah
untuk merefleksikan spesialisasi yang lebih besar
Struktur organisasi fungsional ini mempunyai
beberapa kelebihan, antara lain:
1. Efisiensi
melalui spesialisasi
2. Komunikasi
dan jaringan keputusannya relatif sederhana
3. Mempertahankan
tingkat pengendalian strategi pada level manajemen puncak
4. Dapat
mendelegasi keputusan operasional sehari-hari
5. Mempermudah
pengukuran output dan hasil dari setiap fungsi
Sedangkan kekurangan dari struktur organisasi
fungsional adalah:
1. Menyebabkan
spesialisasi yang sempit
2. Dapat
mendorong timbulnya persaingan dan konflik antar fungsi
3. Mengakibatkan
sulitnya koordinasi di antara bidang-bidang fungsional
4. Dapat
menyebabkan tingginya biaya koordinasi antar fungsi
5. Identifikasi
karyawan dengan kelompok spesialis membuat perubahan menjadi sulit
b.
Struktur
Organisasi Divisional
Struktur Organisasi Divisional (Divisional
Structure Organization) adalah Struktur Organisasi yang dikelompokkan
berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Organisasi
bentuk Divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah
keatas,hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika
dibandingkan dengan bentuk Organisasi Fungsional.
c. Struktur Organisasi Matriks
Struktur Organisasi Matriks (Matrix
Structure Organization) merupakan kombinasi dari Struktur Organisasi Fungsional
dan Struktur Organisasi Divisional dengan tujuan untuk menutupi
kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk Struktur Orgnisasi
tersebut. Struktur Organisasi Matriks ini sering juga disebut dengan Struktur
Organisasi Proyek karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga
harus mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang ditugaskan
kepadanya. Struktur Organisasi Matriks ini mengakibatkan terjadinya multi
komando dimana seorang karyawan diharuskan untuk melapor kepada dua pimpinan
yaitu pimpinan di unit kerja Fungsional dan pimpinan proyek. Struktur
Organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang berskala besar atau
perusahaan-perusahaan multinasional.
Deskripsi dan Spesifikasi Tugas
a. CEO
Ceo
adalah orang yang memainkan peranan utama bagi kelangsungan hidup perusahaan
secara keseluruhan melalui keputusan strategisnya. Tugas CEO secara umum yaitu
merencanakan, mengelola, dan menganalisis segala aktivitas fungsional bisnis
seperti operasional, sumber daya manusia, keuangan, dan pemasaran. Mengambil
berbagai keputusan strategis yang berdampak baik bagi sustainabilitas
perusahaan berdasarkan hasil analisis data dan fakta baik yang telah menjadi
jejak rekam (record) perusahaan maupun analisis terhadap berbagai faktor
lingkungan bisnis. Menganalisis dan mengambil langkah paling prioritas bagi
alokasi sumber daya dan penganggaran perusahaan. Membuat kebijakan, prosedur,
dan standar pada organisasi perusahaan.
b.
Financial / Accounting Manager
Merencanakan,
mengembangkan, dan mengontrol fungsi keuangan dan akuntansi di perusahaan dalam
memberikan informasi keuangan secara komprehensif dan tepat waktu untuk
membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan yang mendukung
pencapaian target financial perusahaan.
c.
Marketing Manager
Manajer
pemasaran bertanggung-jawab terhadap manajemen bagian pemasaran, perolehan
hasil penjualan dan penggunaan dana promos, membuat laporan pemasaran kepada
direksi, dll. Tugasnya secara umum yaitu melakukan perencanaan strategi
pemasaran dengan memperhatikan trend pasar dan sumber daya perusahaan.
perencanaan tindakan antisipatif dalam menghadapi penurunan order, dan
pengembangan jaringan pemasaran.
d.
Human Resources Division Manager
Bagian
yang menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh,
manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi
atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Tugasnya secara
umum yaitu persiapan dan seleksi tenaga kerja, pengembangan dan evaluasi
karyawan, pemberian kompensasi dan proteksi kepada pegawai.
e.
Human Resources Division
Human Resources Development (Sumber Daya Manusia/SDM)
adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan,
pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang
aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber
daya manusia. Manajemen sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai suatu
prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau
perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan
jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
f.
Financial / Accounting
Seorang financial accountant
(Akuntan Keuangan) adalah orang yang memiliki sikap dan bakat yang baik
terhadap perhitungan dan akuntansi. Mereka membuat data keuangan dan laporan
kepada manajemen, otoritas pajak, pemegang saham dan orang lain yang terlibat
dalam keuangan perusahaan. Seorang akuntan keuangan bertanggung jawab untuk
menjaga kas, memeriksa rekening pengeluaran dan akun neraca dan membuat
penyesuaian tempat yang membutuhkan. Dia menganalisis rekening aliran kas dan
gaji lainnya yang penting dalam sistem keuangan. Bertanggung jawab untuk
meninjau hasil bersama dengan manajemen untuk menjamin aliran kas keungan
berjalan dengan baik dan lancar.
g.
Project Manajer
Seorang project manager mempunyai tanggung jawab dan
tugas yang bermacam-macam, tidak hanya terfokus pada hal-hal yg teknis
sifatnya. Bagaimana layaknya seorang project manager harus mempunyai kemampuan
membuat tim tetap solid, mampu memonitor dan mengontrol budget serta mempunyai
kemampuan analisis resiko yang baik.
Tanggung
Jawab seorang Project Manager terdiri dari:
- Proyek
Proyek
harus selesai sesuai dengan budget, sesuai dengan spesifikasi, dan waktu.
Ketiga aspek itu harus dipenuhi oleh seorang Project Manager.
- Organisasi
Seorang
Project Manager juga mempunyai tanggung jawab terhadap organisasi. Proyek yang
ditangani harus mempunyai return yang nyata terhadap organisasi. Taat kepada
setiap kebijakan yang di keluarkan organisasi, harus mengambil keputusan dengan
wewenang yang terbatas dari organisasi, dan juga kadang-kadang seorang Project
Manager juga harus mengambil keputusan yang bukan yang terbaik bagi poyek
tetapi terbaik buat Organisasi.
- Tim Kerja
Seorang
Project Manager harus memberikan feedback dari hasil pekerjaan proyek jika
diperlukan, memberikan perhargaan terhadap anggota tim proyek yang mempunyai
prestasi yang baik, dan tantangan yang paling sulit adalah menyeimbangkan
antara kepentingan anggota tim, kepentingan tim, dan kepentingan proyek.
h.
Project Manajemen dan Administrasi
Project Administration adalah tim yang bertanggung jawab terhadap pengaturan
dan penyimpanan segala jenis dokumen yang terlibat dalam proyek. Mulai dari
proposal dan kontrak proyek, sampai dengan hasil wawancara atau notulen setiap
pertemuan formal maupun informal. Disamping dokumen, hal-hal yang berkaitan
dengan komunikasi antara anggota proyek dengan perusahaan dan vendors juga
harus dikelola oleh tim ini. Agar segalanya berjalan dengan lancar, biasanya
Project Administration sudah memiliki standar dokumen dan prosedur yang harus
diikuti oleh seluruh anggota proyek agar proses administrasi berjalan dengan
efektif dan secara efisien.
i.
Internal Audit dan Quality Assurance
Quality Assurance terdiri dari tim yang mengawasi agar
pelaksanaan proyek dapat selalu terjamin kualitasnya sesuai dengan standar mutu
yang ada (standar lokal perusahaan konsultan yang bersangkutan atau standar
internasional seperti ISO). Fokus dari tim Quality Assurance lebih pada kualitas
dari output-output yang dihasilkan oleh proyek ini, seperti laporan,
rekomendasi, desain, perangkat lunak, perangkat keras, dan lain sebagainya.
Tim inti proyek software house dapat dikategorikan
menjadi tiga bagian utama: Sistem Software, Software Developer dan Tester. Tim
Sistem Software merupakan kumpulan para ahli manajemen yang sangat menguasai
ilmu desain aplikasi software, Tim Software Developer merupakan para ahli
programmer pembuat sebuah aplikasi software, sedangkan tim Tester merupakan para
ahli untuk menguji layak tidaknya sebuah aplikasi software dikembangka.
Divisi-divisi yang mendukung kinerja perusahaan
sebagai Tim Software warehouse diantaranya :
j.
Division System Software
System
Analyst
Beberapa
hal penting yang dilakukan oleh seorang sistem analyst adalah sebagai berikut
· Bekerja dalam meneliti
sebuah masalah
· Merencanakan solusi
terhadap masalah yang ada
· Merekomendasikan
software dan sistem yang dibutuhkan
· Mengkoordinir
pengembangan untuk memenuhi kebutuhan bisnis atau kebutuhan lainnya.
System analyst adalah penghubung antara vendor dan
profesional teknologi informasi. Mereka juga bertanggung jawab untuk
mengembangkan analisi biaya, pertimbangan desain, dan implementasi timeline
yang telah ditetapkan.
Seorang system analyst memiliki beberapa kriteria yang
harus dijalankan, yaitu :
1. Merencanakan aliran
sistem dari bawah ke atas.
2. Berinteraksi dengan
pelanggan untuk belajar dan mendokumentasikan kebutuhan yang nantinya akan
digunakan untuk membuat Bussiness Requirement Document.
3. Menuliskan kebutuhan
teknis dari fase kritis.
4. Berinteraksi dengan
designer untuk memahami keterbatasan perangkat lunak.
5. Membantu programmer
selama pengembangan sistem, seperti menyediakan use case, flowchart, atau
bahkan design database.
6. Melakukan pengujian
sistem.
7. Mendeploy sistem yang
teah selesai dibangun.
8. Mendokumentasikan
kebutuhan atau berkontribusi dalam pembuatan user manual.
9. Kapanpun proses
pengembangan dilakukan, system analyst bertanggung jawab untuk merancang
komponen dan memberikan informasi tersebut kepada developer.
Design
Analyst
Tahap desain memutuskan bagaimana sistem akan
beroperasi, dalam hal perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan
infrastruktur; antarmuka pengguna, formulir dan laporan, dan program khusus,
database, dan file yang akan dibutuhkan.
k.
Division Software Developer
Front-End
Bagian ini adalah bagian di mana end
user atau pengguna akhir akan berinteraksi sepanjang waktu. Bagian ini
pada dasarnya adalah bagain antarmuka pengguna karena menyajikan elemen dari
apa yang dimiliki perangkat lunak atau sistem yang akan disajikan dan terlihat
oleh pengguna.
Karena bagian ini akan terus terlihat oleh pengguna
akhir, pengembang front-end harus mahir dalam desain web dan
perangkat lunak pengeditan grafis seperti Photoshop. Biasanya, kode yang
digunakan pada tahap front-end termasuk HTML, CSS, dan
Javascript. Kode ini membantu pengembang membangun bagian yang akan terlihat
oleh pengguna akhir. Bagian-bagian ini termasuk menu, folder, tombol dan tata
letak layar. Pekerjaan umum yang akan berhubungan dengan lapisan front-end ini
adalah web designer atau perancang web. Beberapa website ada
yang dibuat dengan hanya menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Tetapi banyak
pula yang menggunakan back-end programming language.
Back-End
Ini adalah bagian dari yang tidak disajikan langsung
kepada pengguna akhir. Umumnya, bagian ini terdiri dari database yang
mengontrol perangkat lunak dan tidak ditampilkan kepada pengguna akhir.
Perubahan pada bagian ini akan mempengaruhi tampilan dan fungsi keseluruhan
dari perangkat lunak atau sistem. Ini adalah bagian yang mendukung tindakan
seperti pengguna akhir mengklik tombol, meminta data atau informasi, atau
mengeluarkan perintah untuk eksekusi. Ini adalah bagian yang merespon aksi atau
perintah dari pengguna akhir dan menyerahkan informasi yang diperlukan.
Kode-kode yang digunakan pada back-end diantaranya termasuk
PHP, Python, C ++ dan .Net. Juga akan ada kebutuhan untuk alat yang akan dapat
berkomunikasi dengan database. Tujuannya adalah untuk membantu
pengembang membuat aplikasi yang akan cepat dalam mencari dan menyajikan data.
Pekerjaan yang tersedia untuk pengembangan back-end adalah
programmer.
Pengembang back-end harus bisa
menangani hal-hal seperti keamanan basis data, manajemen konten, dan struktur
situs web. Kerja sama antara back-end developer dengan front-end
developer dapat menciptakan situs web yang lebih baik.
l. Implementer
Salah satu kendala yang umum
dijumpai oleh para pengusaha yang ingin melakukan investasi dalam pengadaan
sistem di perusahaan mereka adalah tidak adanya bimbingan yang memadai dari
vendor pembuat sistem. Oleh sebab itu, jasa tim implementor yang dapat
diperbantukan di perusahaan apabila diperlukan.Tugas dari anggota tim
implementor ini adalah membantu mempercepat proses implementasi sistem pada
usaha, sekalipun usaha tersebut telah cukup lama beroperasi.
Tugas Implementator :
o
Penataan sistem keuangan dengan menggunakan fasilitas
yang ada pada software developer secara lebih optimal.
o
Penanganan stok awal barang persediaan.
o
Administrasi budget
m. Division Software Developer
Designer Tester
Adalah bagian yang bertanggung jawab untuk mencoba
sebuah Desing yang akan di pakai misalkan dalam sebuah system.
Software Tester
Software Tester merupakan salah satu posisi yang
menjadi ‘musuh’ para developer. Tugas utama dari seorang software tester adalah
melakukan pengecekan atau testing terhadap error atau bug di dalam sebuah
aplikasi atau program.
Dengan kata lain,
keberhasilan seorang software tester adalah kegagalan bagi developer, demikian
juga sebaliknya. Namun, pada dasarnya keberhasilan
software tester ataupun keberhasilan developer memiliki
tujuan yang sama, yaitu untuk membuat sebuah aplikasi
atau software bebas dari bug (meskipun sebenarnya tidak ada
aplikasi yang bisa benar-benar bebas dari bug).
Banyak orang yang berpikir
bahwa tugas software tester adalah tugas yang sangat mudah, namun
pada kenyataannya tugas software tester adalah tugas yang sulit dan memiliki
tanggungjawab yang besar terhadap keberhasilan sebuah produk IT. Selain harus
memiliki kesabaran dan ketelitian, seorang software tester juga
dituntut untuk proaktif dan memiliki kreatifitas imajinasi yang tinggi.
Berkutat dengan
dokumen-dokumen adalah hal yang biasa dan lumrah, karena tanpa
dokumen, software tester tidak dapat membuat test
scenario yang baik. Dokumen apa saja yang dibutuhkan oleh software
tester :
1. SRS
(System Requirement Specification)
Merupakan dokumen yang menyediakan panduan mengenai
spesifikasi requirement sistem yang diinginkan
oleh client/user secara lengkap terhadap suatu bagian/keseluruhan
aplikasi.
2. SAD
(Software Architecture Document)
Merupakan dokumen yang menggambarkan desain
arsitektur (flow process) secara umum dari modul yang ada dalam
sebuah sistem. SAD memuat spesifikasi yang lebih rinci dari dokumen SRS.
Dari semua dokumen inilah sofware tester kemudian akan
mengetahui seperti apa sistem yang akan di testing. Setelah mengetahui proses
bisnis dari sistemnya, maka software tester harus membuat test
case yang terdiri dari langkah-langkah pengetesan terhadap sistem yang
dibagi-bagi kedalam tiap modul/unit sistem.
Sistem Penggajian
Sistem pengajian adalah mengembangkan
sekumpulan prosedur yang memungkin perusahaan untuk menarik, menahan dan
memotivasi staf yang diperlukan, serta untuk mengendalikan biaya pembayaran
gaji. Karena tidak ada satu pola yang dapat digunakan secara universal maka
prosedur ini harus disesuaikan dengan kebijakan gaji tiap-tiap organisasi, dan
hendaknya didasar atas kebijakan yang dianggap adil.
Sistem penggajian dan pengupahan
adalah jaringan prosedur yang terdiri dari sebagai berikut:
a. Prosedur pencatatan
waktu hadir
Prosedur ini bertujuan untuk mencatat
waktu hadir karyawan. Pencatatan waktu hadir ini diselenggarakan oleh fungsi
pencatat waktu dengan mengunakan daftar hadir pada pintu masuk kantor
adninistrasi atau pabrik. Pencatatan waktu hadir karyawan ini diselenggarakan
untuk menentukan gaji dan upah karyawan.
b. Prosedur pencatat
waktu kerja
Dalam perusahaan manufaktur yang
produksinya berdasarkan pesanan, pencatat waktu kerja diperlukan bagi karyawan
yang berkerja di fungsi produksi untuk keperluan distribusi biaya dan upah
karyawan kepada produk atau pesanan yang menikmati jasa karyawan tersebut. Jika
misalnya seorang karyawan pabrik hadir ke perusahaan selama 7 jam dalam suatu
hari kerja, jumlah jam hadir tersebut dirinci menjadi waktu kerja dalam tiap-tiap
pesanan yang dikerjakan. Dengan demikian waktu kerja ini dipakai sebagai dasar
pembebanan biaya tenaga kerja langsung kepada produk yang diproduksi.
c. Prosedur
pembuatan daftar gaji
Dalam prosedur ini fungsi pembuat
daftar gaji dan upah membuat daftar gaji dan upah karyawan. Data yang dipakai
sebagai dasar pembuatan daftar gaji adalah surat-surat keputusan mengenai
pengankatan karyawan baru, kenaikan pangkat, penurunan pangkat, pemberhentian
karyawan, daftar gaji bulan sebelumnya dan daftar hadir.
d. Prosedur distribusi biaya gaji
Dalam prosedur ditribusi biaya gaji
dan upah, biaya tenaga kerja didistribusikan kepada departemen-departemen yang
menikmati manfaat tenaga kerja. Distribusi biaya tenaga kerja ini
dimaksud untuk pengendalian biaya dan perhitungan harga pokok produk.
d. Prosedur pembayaran
gaji
Prosedur pembayaran gaji dan upah
melibatkan fungsi akuntansi dan fungsi keuangan. Fungsi akuntansi membuat
perintah pengeluaran kas kepada fungsi keuangan untuk menulis cek guna
pembayaran gaji dan upah. Fungsi keuangan kemudian menguangkan cek tersebut ke
bank dan memasukan uang ke amplop gaji dan upah. Jika jumlah karyawan
perusahaan banyak. Pembagian amplop dan upah dapat dilakukan dengan membagikan
cek gaji dan upah kepada karyawan. (Mulyadi, 2001:385).
Untuk mendistribusikan gaji dan upah,
pertama dilakukan penyusunan daftar gaji. Daftar gaji dan daftar upah yang
berfungsi sebagai jurnal gaji dan upah disusun dengan tiga metode yang terdiri
dari:
·
Metode tangan (pen and ink)
Langkah-langkah untuk menyusun daftar
gaji dan upah dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu :
1. Langkah
persiapan. Bagian gaji dan upah menerima catatan waktu hadir dan waktu
kerja. Kemudian catatan waktu hadir digunakan sebagai dasar untuk menyusun
daftar gaji dan upah.
2. Langkah
penyusunan. Bagian gaji dan upah mencatat nama karyawan dan jam kerja
(biasa dan lembur) dalam daftar gaji. Sumber datanya adalah catatan waktu
hadir. Kemudian mencatat tarif gaji atau upah dari daftar tarif dan
mengalikannya dengan lama kerja.
·
Posting
langsung (direct posting) dengan mesin atau payroll board
Proses perhitungan daftar gaji dan
upah dengan mengunakan mesin penghitung khusus. Penyusunan daftar gaji dengan
cara tangan (pen and ink) berakibat adanya penulisan hal yang sama
berulang-ulang. Misalnya nama karyawan, nomor kartu hadir. Untuk menghindari
cara yang berulang-ulang ini maka dapat digunakan dengan metode mesin
atau payroll board.
·
Metode
tanpa buku pembantu (ledgerless)
Dengan cara ini data gaji dan upah
langsung dapat dicatat kedalam cek gaji dan laporan gaji karyawan. Sedangkan
formulir-formulir lain diletakkan di bawah cek gaji, diberi karbon, sehingga
data dalam cek gaji akan tembus ke formulir lainnya. Agar tembusan yang dibuat
itu sesuai dengan yang diinginkan maka bentuk formulir-formulirnya dibuat sedemikian
rupa sehingga sekali menulis dapat diperoleh beberapa formulir. (Zaki Baridwan,
2001:152).
3. ASPEK PEMASARAN
a. Spesifikasi
Produk
Penentuan spesifikasi produk
dapat dilihat dari kondisi pasar yang ada dengan melakukan analisis aspek
pemasaran yang lainnya.
Pengertian pasar adalah kelompok pembeli potensial dari produk
dan merk yang ada. Jadi ada suatu kaitan erat antara pasar dengan produk yang
ditawarkan penjual.
Oleh karena itu segmentasi
pasar akan produk sangat diperlukan agar produk yang ditawarkan sesuai dengan
keinginan pasarnya. Apabila produk yang ditawarkan berbeda, pasar yang dituju
juga berbeda. Dalam hal ini akan dibahas mengenai aspek pemasaran dalam masalah
pembedaan produk (product differentiation).
Product Differentiation ini merupakan dasar bagi penjual dalam
menentukan motif-motif pembelian selektif. Chamberlin telah mendefinisikan
konsep tersebut dengan mengatakan bahwa : “Kelompok barang itu berbeda jika
terdapat faktor-faktor penting yang dapat membedakan barang dari seorang penjual
lainnya. Faktor-faktor tersebut sangat penting karena dapat menimbulkan selera
yang berbeda-beda pada para pembeli”. Jadi barang-barang itu berbeda apabila
konsumen percaya bahwa barang-barang tersebut berbeda.
Ada barang-barang lain yang
secara fisik tidak mudah dibedakan seperti garam dan semen. Namun produk
tersebut dapat pula dibuat berbeda dengan memberikan bungku atau merk yang
berbeda. Biasanya produk semacam ini hanya dapat menghasilkan laba yang
memuaskan bilamana permintaanya melebihi penawaran.
Jadi strategi pemasarannya
adalah mendorong permintaan pada batas-batas penawaran tertentu. Karena pasar
untuk barang seperti ini bersifat homogen maka permintaan menjadi sulit
ditingkatkan.
Oleh karena itu perusahaan perlu menggunakan strategi lain.
Dalam hal ini strategi yang lebih baik dalam aspek pemasaran pada kasus
spesifikasi produk dan product differentiation misalnya membuat merk baru atau
membuat kemasan baru.
b. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah
kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam
satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.
Jadi perusahaan membagi
pasarnya ke dalam segmen-segmen pasar tertentu dimana tiap-tiap segmen tersebut
memiliki sifat homogen. Hal ini disebabkan karena dalam kenyataanya masih
terdapat produk yang memiliki sifat heterogen pada seluruh pasar atau produk
tersebut hanya diperlukan oleh kelompok pasar tertentu saja. Pada aspek
pemasaran segmentasi pasar, manajemen harus memiliki kriteria tertentu agar
menempatkannya dalam posisi yang lebih baik. Setiap kriteria yang dipakai harus
dibuat ukuran-ukurannya. Tingkat permintaan rata-rata untuk suatu merk harus
berbeda antara segmen yang satu dan lainnya. Begitu pula tingkat sensitivitas
pembeli terhadap kebijaksanaan promosi dan pemasaran perusahaan.
Selain itu media pengiklanan
tertentu harus tersedia sesuai dengan segmentasi pasar supaya segmen tersebut
dapat dicapai secara efisien. Pada akhirnya segmen harus cukup besar sehingga
strategi dapat diutamakan untuk peningkatan laba. Faktor-faktor yang digunakan
untuk menyusun aspek pemsaran segmentasi pasar adalah :
o
Demografi
§
Seperti umur, kepadatan
penduduk, jenis kelamin, agama, kesukaan, pendidikan dan sebagainya.
o
Tingkat Penghasilan
o
Sosiologis
Seperti kelompok budaya, kelas-kelas
sosial dan sebagainya
o
Psikologis/psikhografis
Seperti kepribadian, sikap,
manfaat produk yang diinginkan dan sebagainya.
Syarat-syarat mengadakan
segmentasi. Segmen pasar yang memiliki ciri khas ialah segmen yang belum
terlayani maupun telah terlayani namun belum maksimal.Terdapat 3 faktor dalam
mendukung usaha segmentasi untuk lebih efektif, diantaranya :
o
Measurability
Tingkat informasi yang ada
mengenai sifat-sifat pembeli. Sejauh mana sifat tersebut dapat dikukur.
Misalkan untuk mengukur jumlah pembeli mobil yang pembeliannya didorong oleh
pertimbangan-pertimbangan ekonomi ataukah status atau kualitas.
o
Accesibility
Tingkat dimana perusahaan
iru secara efektif memusatkan usaha pemasarannya pada segmen yang telah
dipilihnya. Misalkan kegiatan periklanannya belum tentu sama antara segmen yang
lama dengan segmen yang baru.
o
Substaintiality
Tingkat dimana segmen itu
adalah luas dan cukup untuk melakukan kegiatan pemasaran tersendiri.
c. Analisa
Pasar
Analisa
pasar merupakan langkah pertama dalam merencanakan strategi yang sesusai dengan
kondisi pasar untuk menangkap peluang dan mengembangkan usaha.
Pada umumnya analisis
ini akan menghasilkan pembaharuan dalam bentuk pemasaran, keuntungan yang
diperoleh jika membeli suatu produk seperti diskon dalam situasi dan keadaan
tertentu atau berupa hadiah langsung.
Analisis
pasar dan pemasaran pada tingkat lanjut adalah dengan melakukan analisa dan
peramalan permintaan. Adapun hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Permintaan Pasar
Pada evaluasi kesempatan pemasaran,
kebanyakan perusahaan memilai dengan melihat permintaan pasar. Kemudian apa
yang dimaksud dengan permintaan pasar.
Kotler mengemukakan definisi permintaan
pasar bagi suatu produk adalah “volume total yang akan dibeli
oleh kelompok pembeli tertentu dalam lingkungan pemasran tertentu dan program
pemasaran tertentu pula”.
Melihat definisi tersebut kita dapat
melihat bahwa permintaan pasar itu bukanlah merupakan sebuah konsep yang
sederhana karena di dalamnya terdapat 8 unsur penting seperti :
· Produk
· Volume
Total
· Dibeli
· Kelompok
Pembeli
· Daerah
geografis
· Periode
Waktu
· Lingkungan
Pemasaran
· Program
Pemasaran
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Pasar
Menurut para ahli ekonomi, terdapat beberapa
faktor utama sebagai penentu dari permintaan pasar. Faktor-faktor tersebut
adalah :
· Harga produk
· Harga produk lain
· Penghasilan pembeli
· Selera pembeli
Pada faktor-faktor tersebut
perlu ditambahkan adanya faktor penentu non-harga seperti :
· Usaha periklanan
· Usaha penjualan dengan
salesman
3. Analisa Volume Penjualan dan Biaya Pemasaran
Analisa volume penjualan pada aspek
pemasaran analisa pasar dan peramalan permintaan merupakan suatu studi mendalam
tentang masalah “penjualan bersih” dari laporan rugi-laba perusahaan. Manajemen
perlu menganalisa volume penjualan total dan juga volume itu sendiri. Analisa
tersebut dapat didasarkan pada :
· Product
Line
· Segmen pasar (teritorial,
kelompok pembeli, dan sebagainya)
Dalam menganalisa, manajer
dapat membandingkan penjualannya dengan sasaran perusahaan dan juga dengan
penjualan industri.
Analisa volume penjualan
sangat bermanfaat dalam evaluasi dan pengendalian kegiatan pemasaran perusahaan.
Selain analisa mengenai
volume penjualan, manajer dapat mengadakan analisa biaya pemasaran untuk menentukan Profitabilitas (kemampuan untuk mendapatkan laba)
daerah penjualannya, product line, maupun unit-unit pemasaran yang lain.
Analisa biaya pemasaran
merupakan studi mendalam tentang masalah biaya operasi dari laporan rugi-laba
perusahaan. Juga untuk berbagai pos biaya, perusahan dapat membuat sasaran yang
dianggarkan dan kemudian menganalisa variasi-variasi antara biaya yang
dianggarkan (dibudgetkan) dengan biaya sesungguhnya.
4. Mengestimasikan Penjualan Potensial
Dalam melayani kebutuhan pasarnya,
perusahaan perlu memperkirakan penjualan potensialnya. Ini dibuat untuk
menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam melayani atau mengisi
kebutuhan tersebut.
Hal ini penting dilakukan dalam aspek
pemasaran dalam pengelolaa usaha untuk meramalkan penjualan selanjutnya.
Penjualan potensial sendiri merupakan
tingkat penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh penjual. Melihat definisi
tersebut, penjualan potensial dapat ditentukan berdasarkan 2 macam faktor yaitu
:
· Penjualan Potensial Industri
Tingkat penjualan maksimum yang dapat
dicapai oleh seluruh penjual barang atau jasa.
· Penjualan Potensial Perusahaan
Tingkat penjualan maksimum yang dapat
dicapai oleh sebuah perusahaan.
5. Peramalan Penjualan
Peramalan penjualan yang tepat pada aspek
pemasaran dalam kewirausahaan ataupun pengelolaan usaha sangat diperlukan dalam
setiap tahap perencanaan bisnis.
Manajer pemasaran harus mempunyai ramalan
penjualan yang dimaksudkan untuk :
· Menentukan
kuota
· Dipakai
sebagai pedoman di dalam pengembangan produk
· Merencanakan
promosi
· Mengalokasikan
tenaga kerja
Peramalan
penjualan sebagai contoh aspek pemasaran ini akan digunakan oleh beberapa bagian
dalam perusahaan dan sangat membantu terhadap proses persiapan.
Biasanya
ramalan penjualan dibuat untuk jangka waktu tertentu apakah satu tahun atau
lima tahun mendatang. Dapat pula ramalan penjualan dibuat satu bulan atau
mungkin lebih dari lima tahun.
Meskipun
banyak perusahaan yang membuat ramalan penjualan tahunan tetapi dapat pula
dipecah menjadi ramalan bulanan atau kuartalan. Biasanya ketepatan ramalan
semakin berkurang apabila periode waktu ramalannya semakin panjang dari waktu
sekarang.
d.
Analisis Pesaing (Sesuai
Produk/Jasa Yang Ditawarkan)
Pesaing adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual
barang/jasa yang sama atau mirip dengan produk yang kita tawarkan. Analisa
pesaing adalah usaha mengedinfikasi ancaman, kesempatan atau permasalahan strategis
yang terjadi akibat perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan
kelemahan pesaing. Analisa persaingan dimulai dengan pesaing umum dan
selanjutnya pesaing potensional. Ada dua cara untuk mengidentifikasi pesaing
umum, yaitu:
·
Menguji perspektif pelanggan
dalam membuat pilihan diantara para pesaing.
·
Identifikasi dengan
pendekatan yang berusaha menempatkan para pesaing kedalam kelompok-kelompok
strategi dari dasar strategi persaingannya.
Dengan mengerti pesaing dan segala aktivitasnya dapat memberikan
beberapa keunggulan yaitu :
·
Dengan mengerti kekuatan dan
kelemahan arus strategi pesaing itu dapat menawarkan kesempatan dan ancaman dan
akan dapat menentukan respon baik.
·
Pengetahuan akan strategi
kompetitif yang akan datang mungkin bisa memberikan proyeksi/prediksi dari
ancaman dan kesematan.
·
Sebuah keputusan tentang
strategi alternatif bisa lebih mudah didapat dengan kemampuan meramal reaksi
serupa dari pesaing kunci.
e. Analisis
Promosi
Promosi
merupakan ujung tombak dari aspek pemasaran dalam pengelolaan
usaha. Promosi merupakan upaya dari penjual untuk menawarkan produknya
kepada pembeli atau konsumen supaya konsumen berminat untuk melakukan pembelian.
Promosi
merupakan bagian yang sangat vital dalam aspek pemasaran dimana melalui promosi,
penjual dapat memberikan informasi secara luas mengenai produk, mempengaruhi
dan melakukan langkah persuasif kepada konsumen, dan juga dapat mendekatkan
konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
Promosi merupakan
suatu info maupun tindakan mengajak yang dilakukan satu arah dalam rangka
memberikan pengarahan kepada seseorang maupun sekelompok orang untuk melakukan
sesuatu yang mengarah pada pertukaran pada pemasaran.
Definisi
lainnya menyebutkan bahwa promosi merupakan segala hal terkait kegiatan pemasaran
yang memiliki tujuan dalam mendukung permintaan. Hal yang perlu diperhatikan
dalam melakukan promosi adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Promosi
Promosi memiliki tujuan yang ingin dicapai sehingga dalam
penyusunan strategi promosi dapat tepat sasaran dan dilakukan seefisien
mungkin. Berikut tujuan dari promosi :
· Memberitahu
konsumen tentang penawaran produk
· Mengingatkan
kepada konsumen akan manfaat dari produk yang kita tawarkan
· Membujuk
konsumen untuk melakukan transaksi pembelian
· Merubah
perilaku konsumen
· Mempertahankan
merk produk perusahaan di mata konsumen
2. Bauran Promosi
Bauran
promosi atau disebut dengan Promotional Mix dalam
aspek pemasaran adalah kombinasi strategi terbaik dari faktor yang terkait
dengan periklanan, penjualan langsung, dan berbagai alat untuk promosi yang
telah direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan.
Kita
dapat melihat bahwa definisi tersebut tidak menyebutkan secara jelas beberapa
variable bauran pemasaran selain
periklanan dan personal selling. Pada initnya variabel yang ada di dalam bauran
promosi ada 4 yaitu :
o
Periklanan
Periklanan adalah bentuk
presentasi dan promosi non privat mengenai ide, produk yang dibiayai oleh pihak
bersponsor tertentu.
Dalam kaitannya dengan
pengertian tersebut, Nickles telah memasukkan beberapa pihak yang bisa menjadi
sponsor : yaitu tidak hanya perusahaan saja tetapi juga lembaga-lembaga non
profit oriented seperti lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan dan sebagainya
termasuk individu-individu.
Komunikasi Pemasaran yang
dilakukan oleh sponsor bersifat massal karena menggunakan media massa seperti
radio, televisi, surat kabar, majalah, pos, papan nama, sosial media (youtube,
instagram, facebook, twitter, dll) dan sebagainya.
Iklan yang dipasang pada
media-media tersebut dapat memberikan umpan balik kepada sponsornya meskipun
dalam tenggang waktu tertentu atau tidak secepat personal selling.
Dalam kegiatan periklanan pada aspek pemasaran dalam pengelolaan
usaha terdapat dua keputusan penting yang harus diambil yaitu :
- Menentukan
iklan yang harus disampaikan kepada pasar yang dituju
- Memilih
media yang paling sesuai
o
Personal Selling
Terjadi interaksi secara
langsung dengan adanya pertemuan antara penjual dan pembeli. Komunikasi yang
terbentuk bersifat individual dan dilakukan timbal balik. Keduanya dapat
memberikan tanggapan masing-masing dan dilakukan secara fleksibel sesuai dengan
kondisi yang ada.
Kegiatan pada aspek
pemasaran ini tidak hanya terjadi di tempat pembeli saja tetapi juga dapat
dilakukan di tempat penjual atau toko.
Sebagai contoh : Jika seorang pembeli memasuki toko untuk membeli
Televisi berwarna. Pada umumnya disambut lebh dahulu oleh pelayan/tenaga
penjualannya. Jika pelayan tersebut tidak terlalu sibuk maka ia dapat
mencurahkan perhatiannya kepada calon pembeli yang bersangkutan.
o
Publisitas
Publisitas pada bagian dari
fungsi yang lebih luas, disebut interaksi masyarakat dan merupakan berbagai
tindakan untuk memrpoduksi dan mempertahankan interaksi yang memberikan benefit
antara organisasi dengan masyarakat termasuk pemilik perusahaan, pekerja,
organisasi pemerintahan, penyalur, serikat buruh, di samping juga calon pembeli.
Komunikasi dengan masyarakat
luas melalui hubungan masyarakat ini dapat mempengaruhi kesan terhadap sebuah
organisasi maupun produk atau jasa yang ditawarkan. Aktivitas hubungan
masyarakat ini memiliki peran penting dalam mendukung perusahaan dalam
meraih target usahanya dan mampu diatur untuk mengkondisikan iklim yang dapat
memberikan efek positif supaya dana yang diinvestasikan lebih menjamin.
Jika sebuah perusahaan
berusaha mengadakan hubungan yang menguntungkan dengan masyarakat dengan membuat
berita komersial dalam media, kegiatan huma seperti ini disebut publisitas.
Lain dengan periklanan, komunikasi yang disampaikan dalam publisitas ini berupa
berita bukan iklan.
o
Promosi Penjualan
Aktivitas pada promosi
penjualan antara lain : peragaan, pertunjukkan dan pameran, demonstrasi dan
sebagainya. Bisanya kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan promosi
lain dan biayanya relatif lebih murah dibandingkan periklanan dan penjualan
secara langsung.
Promosi dikatakan lebih
fleksibel dikarenakan dapat disesuaikan dengan biaya yang ada dan dilakukan
dimanapun. Pada kampanye promosi perusahaan dapat menggunakan salah satu
variabel tersebut atau kombinasinya yang dikoordinir dengan strategi produk,
harga dan distribusi. Secara bersama-sama variabel tersebut mampu membentuk
marketing mix yang ditujukan untuk mencapai pasar.
f.
MEDIA PROMOSI BERBASIS TI
Untuk memperluas jaringan distribusi, kenyamanan
pelanggan dan jangkauan pasar yang lebih luas, biasanya beberapa
perusahaan membuka sebuah situs untuk memperpendek jarak antara konsumen dengan
produsennya. Hal ini juga dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan kartu kredit
sebagai alat pembayarannya.
4.ASPEK
KEUANGAN
a.
Komponen Biaya / Anggaran
Anggaran merupakan suatu rencana yang
disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter
yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu ( periode)
tertentu di masa yang akan datang. Oleh karena rencana yang disusun dinyatakan
dalam bentuk unit moneter, maka anggaran seringkali disebut juga dengan rencana
keuangan. Dalam anggaran, satuan kegiatan dan satuan uang menempati posisi
penting dalam arti segala kegiatan akan dikuantifikasikan dalam satuan uang,
sehingga dapat diukur pencapaian efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang
dilakukan.
Penganggaran merupakan komitmen resmi manajemen yang
terkait dengan harapan manajemen tentang pendapatan, biaya dan beragam
transaksi keuangan dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.
Anggaran
Produksi
Anggaran produksi menurut Halim dan Supomo (1990:153)
memuat tentang rencana unit yang diproduksi selama periode anggaran. Taksiran
produksi ditentukan berdasarkan rencana penjualan dan persediaan yang
diharapkan. Biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus
dikorbankan untuk memproduksi suatu barang. Menetapkan biaya produksi
berdasarkan pengertian tersebut memerlukan kecermatan karena ada yang mudah
diidentifikasikan, tetapi ada juga yang sulit diidentifikasikan dan
hitungannya. Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur komponen sebagai
berikut:
1. Bahan baku atau bahan
dasar termasuk bahan setengah jadi
2. Bahan-bahan pembantu
atau penolong
3. Upah tenaga kerja dari
tenaga kerja kuli hingga direktur.
4. Penyusutan peralatan
produksi
5. Uang modal, sewa
6. Biaya penunjang
seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya
keamanan dan asuransi
7. Biaya pemasaran
seperti biaya iklan
8. Pajak
Anggaran
Biaya Bahan Baku
Anggaran biaya bahan baku menurut Munandar (2000:134)
merupakan anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang biaya
bahan baku untuk produksi selama periode yang akan datang, yang di dalamnya
meliputi rencana tentang jenis (kualitas) bahan baku yang diolah, jumlah
(kuantitas) bahan baku yang diolah, dan waktu (kapan) bahn baku tersebut diolah
dalam proses produksi.
Anggaran
Biaya SDM
Anggaran biaya tenaga kerja langsung merupakan
anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang upah yang akan
dibayarkan kepada para tenaga kerja langsung selama periode yang akan datang,
yang di dalamnya meliputi rencana tentang jumlah waktu yang diperlukan oleh
para tenaga kerja langsung untuk menyelesaikan unit yang akan diproduksi, tarif
upah yang akan dibayarkan kepada para tenaga kerja langsung dan waktu (kapan)
para tenaga kerja langsung tersebut menjalankan kegiatan proses produksi, yang
masing-masing dikaitkan dengan jenis barang jadi (produk) yang akan dihasilkan,
serta tempat (departemen) di mana para tenaga kerja langsung tersebut akan
bekerja.
Anggaran
Biaya Overhead Pabrik
Anggaran biaya overhead pabrik merupakan anggaran yang
merencanakan secara lebih terperinci tentang beban biaya pabrik tidak langsung
selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana jenis biaya
pabrik tidak langsung, jumlah biaya pabrik tidak langsung dan waktu (kapan)
biaya pabrik tidak langsung tersebut dibebankan, yang masing-masing dikaiykan
dengan tempat (departemen) dimana biaya pabrik tidak langsung tersebut terjadi.
b.
ESTIMASI
BIAYA/ SATUAN BIAYA
Definisi
perkiraan biaya adalah seni memperkirakan
kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang
didasarkan pada informasi yang tersedia pada waktu itu (Iman
Soeharto_National Estimating Society USA), berdasarkan
definisi, tersebut maka perkiraan biaya mempunyai pengertian sebagai berikut :
Perkiraan
biaya yaitu melihat, memperhitungkan dan mengadakan perkiraan atas hal hal yang
akan terjadi selanjutnya Analisis biaya yang berarti
pengkajian dan pembahasan biaya yang pernah ada
yang digunakan sebagai informasi yang penting Kualitas estimasi sangat
ditentukan oleh :
1.
Tersedianya data dan informasi
2.
Teknik dan metode yang digunakan
3.
Kecakapan dan pengalaman estimator
4.
Tujuan pemakaian perkiraan biaya
Estimasi
biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan proyek konstruksi.
Kegiatan estimasi adalah salah satu proses utama dalam proyek konstruksi untuk
mengetahui besarnya dana yang harus disediakan untuk sebuah bangunan. Pada
umumnya, sebuah proyek konstruksi membutuhkan biaya yang cukup besar.
Ketidaktepatan yang terjadi dalam penyediaannya akan berakibat kurang baik pada
pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Bagi pemilik proyek (owner), estimasi
biaya diperlukan sebagai pegangan dalam menentukan kebijakan yang dipakai untuk
menentukan besarnya investasi yang harus dilaksanakan.
c.
PENYUSUNAN
ANGGARAN/ INVESTASI PERUSAHAAN
Business Budget atau Budget (Anggaran) ialah suatu rencana yang disusun secara
sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan (yang menimbulkan
penerimaan/hak dan juga pengeluaran/kewajiban), yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan
berlaku untuk jangka waktu / periode tertentu yang akan datang.
1.
Dasar-dasar Penyusunan Anggaran
Unsur-unsur
Budgeting/Anggaran Rencana, penentuan terlebih dahulu tentang
berbagai aktivitas yang akan dilakukan di waktu yang
akan datang. Rencana tersebut memiliki spesifikasi-
spesifikasi tertentu, seperti;
disusun secara
sistematis,
mencakup
seluruh kegiatan perusahaan, dan dinyatakan
dalam satuan moneter/uang Meliputi seluruh kegiatan perusahaan :
o Fungsi produksi
o Fungsi pemasaran
o Fungsi
pembelanjaan/keuangan
o Fungsi personalia
o Fungsi administrasi
2.
Macam Budget/Anggaran (Berdasarkan Periode
Penyusunannya) :
o
Budget
Taktis
o
Budget
Strategis
o
Budget
Harian
o
Budget
Tahunan
o
Budget
Mingguan
o
Budget
Bulanan
d.
PENYUSUNAN CASHFLOW PERUSAHAAN
CashFlow Perusahaan
Cash Flow adalah arus
kas dari sebuah perusahaan, instansi atau badan usaha lainnya. Cash Flow
terdiri dari 2 kategori, yaitu:
• Cash
in flow, pada bagian ini mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan
diterima , jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan
dihasilkan berupa penjualan tunai, penjualan kredit yang akan menjadi piutang,
hasil penjualan aktiva tetap dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri
dari dua sifat, yaitu kontinyu dan intermitan.
• Cash
out flow, pada bagian ini berhubungan dengan pengidentifikasian semua kas
yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran
hutang, upah, administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow juga punya
dua sifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan.
e. TIME VALUE OF MONEY &
TINGKAT SUKU BUNGA
Time
Value of Money
atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu uang adalah merupakan suatu
konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada
nilai uang masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan
nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.
Dalam
memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun nilai yang akan datang maka kita
harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian, maka konsep time
value of money sangat penting dalam masalah keuangan baik untuk perusahaan,
lembaga maupun individu. Dalam perhitungan uang, nilai Rp. 1.000 yang
diterima saat ini akan lebih bernilai atau lebih tinggi dibandingkan
dengan Rp. 1.000 yang akan diterima dimasa akan datang. Hal sebaliknya akan berlaku
apabila kita harus membayar atau mengeluarkan uang. Banyak para mahasiswa yang
“mempraktekkan“ hal ini. Mereka cenderung untuk membayar SPP mereka pada hari –
hari terakhir batas pembayaran. Kalau jumlah yang dibayar sama besarnya,
Mengapa
harus membayar lebih awal, kalau upaya untuk membayar sama saja ? Hal
tersebut sangat mendasar karena nilai uang akan berubah menurut waktu
yang disebabkan banyak faktor yang mempengaruhinya seperti adanya inflasi,
perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah dalam hal pajak, suasana politik,
dll.
Tingkat suku bunga merupakan persentase
dari modal yang dipinjam dari pihak luar atau tingkat keuntungan yang
didapatkan oleh penabung di Bank atau tingkat biaya yang dikeluarkan oleh
investor yang menanamkan dananya pada saham.
Menurut teori klasik, bunga adalah bagian dari
penggunaan dana yang tersedia untuk dipinjamkan (Loanable Fund). Harga ini
terjadi di pasar dana investasi, ini terjadi dimana pada periode waktu tertentu
anggota masyarakat memilki kelebihan dari pendapatan kemudian menabung
kelebihan pendapatannya.
Terdapat dua pandangan berbeda mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi tingkat suku bunga (Sukirno, 1994:33) :
a. Menurut pandangan ahli
ekonomi klasik, tingkat bunga dipengaruhi oleh permintaan atas tabungan oleh
para investor dan penawaran tabungan oleh rumah tangga.
b. Menurut pandangan
Keynes, tingkat bunga dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar dan preferensi
liquiditas atau permintaan uang. Preferensi liquiditas adalah permintaan
terhadap uang seluruh masyarakat dalam perekonomian.
Dalam hubungannya dengan permintaan uang, tingkat
bunga bisa dibedakan menjadi dua yaitu tingkat bunga dalam negeri dan tingkat
bunga luar negeri. Perbedaaan tingkat bunga diantaranya disebabkan beberapa
faktor Yaitu : (Sukirno, 2000:385)
a. Perbedaan resiko,
pinjaman pemerintah membayar tingkat bunga yang lebih rendah dari pada tingkat
bunga pinjaman swasta karena resikonya lebih kecil.
b. Jangka waktu pinjaman,
semakin lama waktu pinjaman semakin besar tingkat bunga.
c. Biaya administrasi
pinjaman, pinjaman yang lebih sedikit jumlahnya akan membayar tingkat bunga
yang lebih tinggi.
Jika tingkat suku bunga dalam negeri naik, maka
permintaan uang akan meningkat. Lain halnya dengan permintaan uang kuasi.
Hubungan antara suku bunga dalam negeri dengan jumlah uang kuasi adalah positif
Menurut penelitian Boorman (dalam Azis, 2002:24),. Jika suku bunga domestik
naik maka jumlah uang kuasi akan meningkat apabila faktor lain tetap (Cateris
Paribus).
Hal ini disebabkan karena masyarakat lebih cenderung
menyimpan uangnya di bank sehingga jumlah tabungan maupun deposito baik rupiah
dan valuta asing akan bertambah. Sebaliknya, jika tingkat suku bunga domestik
turun masyarakat cenderung lebih suka menyimpan uang tunai, ini berarti jumlah
uang kuasi akan menurun.
Menurut
teori Preferensi likuiditas (Mankiw, 2003:265):
Tingkat bunga disesuaikan untuk menyeimbangkan permintan
dan penawaran untuk aset perekonomian yang palin likuid (uang). Tingkat bunga
salah satu determinan dari beberapa banyak uang yang ingin dipegang orang.
f.
KRITERIA INVESTASI
Kriteria investasi ini sangat bermanfaat dalam
melakukan pengukuran manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh jika melakukan
investasi terhadap suatu usaha. Banyak orang yang menanggung rugi karena
serampangan dalam melakukan perhitungan atau bahkan tidak mengukur terlebih
dahulu tingkat viabilitas dan share profit serta management risk-nya ketika ia
melakukan investasi.
Ada banyak kriteria investasi yang dapat digunakan
untuk mengukur tingkat investasi, dimana kriteria tersebut dapat membantu untuk
melihat apakah investasi tersebut dapat memungkinkan dan menguntungkan atau
tidak. Dalam mengukur atau menilai investasi yang akan atau telah terjadi
terdapat beberapa kriteria yang digunakan, yaitu:
1. IRR
(Internal Rate of Return)
Internal
rate of return adalah nilai tingkat pengembalian investasi, dihitung pada saat
NPV sama dengan nol. Keputusan menerima/menolak rencana investasi dilakukan
berdasarkan hasil perbandingan IRR dengan tingkat pengembalian investasi yang
diinginkan(r).
Jika pada saat NPV = 0, nilai IRR = 12%, maka tingkat pengembalian investasi adalah 12%. Keputusan menerima atau menolak rencana investasi dilakukan berdasarkan hasil pembandingan IRR dengan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan (r). Jika r yang diinginkan adalah 15%, sementara IRR hanya 12%, proposal investasi ditolak. Begitu juga sebaliknya.
Jika pada saat NPV = 0, nilai IRR = 12%, maka tingkat pengembalian investasi adalah 12%. Keputusan menerima atau menolak rencana investasi dilakukan berdasarkan hasil pembandingan IRR dengan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan (r). Jika r yang diinginkan adalah 15%, sementara IRR hanya 12%, proposal investasi ditolak. Begitu juga sebaliknya.
2.
Payback Period
Merupakan
jangka waktu /periode yang diperlukan untuk membayar kembali semua biaya-biaya
yang telah dikeluarkan dalam investasi suatu proyek. waktu yang dibutuhkan agar
investasi yang direncanakan dapat dikembalikan, atau waktu yang dibutuhkan
untuk mencapai titik impas.
Jika
waktu yang dibutuhkan makin pendek, proposal investasi dianggap makin baik.
Kendatipun demikian, kita harus berhati-hati menafsirkan kriteria payback
period ini. Sebab ada investasi yang baru menguntungkan dalam jangka panjang
(> 5 tahun). Semakin cepat kemampuan proyek mampu mengembalikan biaya-biaya
yang telah dikeluarkan dalam investasi proyek maka proyek semakin baik (satuan
waktu). Perhitungan payback belum memperhatikan time value of money.
g.
PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA
Pencatatan Keuangan
merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang berupa ringkasan dari
transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
1. Tujuan Pencatatan
Keuangan
a. Mengetahui kondisi
keuangan bisnis yang dijalankan
· Berapa uang yang kita
punya saat ini dari bisnis
· Untung atau rugi usaha
ini, berapa nilai untung/ruginya.
b. Mencegah Bisnis Mati
· Dengan mengetahui
kondisi keuangan, maka kita bisa melakukan pencegahan sedini mungkin.
· Mengetahui posisi uang
kas-nya sudah minim. jadi, misalnya ; tidak tambah beli stock jualan dulu.
· Banyak bisnis mati
bukan karena tidak ada penjualan tapi tidak ada uang kas, untuk beli bahan baku
dsb.
c. Sebagai bahan/dasar
dokumen untuk :
· Melakukan proses
akuntansi
· Jika nanti suatu saat,
sudah memiliki sumber daya (uang dan personal) untuk melakukan pembukuan
akuntansi, maka sudah tersedia dokumennya untuk di pindahkan ke pembukuan yang
benar dan betul sesuai kaidah akuntansi. Untuk kepentingan perhitungaan
pajak-pajak yang dibayarkan sesuai karena ada dokumennya.
· Dokumen pendukung
untuk mengajukan dana kredit Jika mengajukan kredit maka, maka dokumen
keuangannya sudah siap atau tinggal di improve sedikit lagi.
Laporan Keuangan merupakan hasil dari suatu kombinasi sifat berbagai data, yaitu:
1. Fakta-fakta yang telah dicatat (record fact)
2. Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting convention and postulate)
3. Pendapat pribadi (personal judgment)
Laporan Keuangan merupakan hasil dari suatu kombinasi sifat berbagai data, yaitu:
1. Fakta-fakta yang telah dicatat (record fact)
2. Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting convention and postulate)
3. Pendapat pribadi (personal judgment)
2. Bentuk Pencatatan Keuangan
1. Neraca
Sering disebut balance
sheet, merupakan suatu laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan di
suatu waktu, biasanya saat tutup buku, yang terdiri dari Aktiva, Hutang, dan
Modal.
2. Laporan Rugi Laba
Laporan yang
menunjukkan seluruh pengasilan dan biaya dari suatu unit usaha dalam periode
tertentu. Laporan ini terkadang disebut Laporan Pendapatan atau Penghasilan
3. Hubungan Neraca dan
Pencatatan RugiLaba
1. Neraca
Neraca
penting dibuat setidaknya setahun sekali, untuk mengetahui nilai perusahaan
dari waktu ke waktu. Saat awal perusahaan, neraca perusahaan biasanya hanya
terdiri dari modal awal dan utang serta aset yang diperoleh dari belanja modal
tersebut. Aset termasuk sebagai aktiva, sementara utang dan modal masuk sebagai
pasiva.
Seiring
waktu, aset perusahaan bisa bertambah, bisa pula terjadi utang-piutang, atau cadangan
kas menjadi berkurang atau bertambah, dan lain-lain. Nilai perusahaan bisa saja
bertambah atau berkurang karenaperusahaan mengalami keuntungan atau kerugian.
2. Laporan Rugi Laba
Berdasarkan
catatan aliran kas tersebut, dapat membuat laporan rugi laba. Laporan rugi laba
ini berisi pendapatan dikurangi dengan biaya-biaya sehingga diketahui apakah
usaha tersebut mengalami keuntungan atau mungkin mengalami kerugian. Perlu
diingat mengeluarkan faktor aset, modal, barang, dan utang dari laporan keuangan
ini.
Untuk
pembukuan sederhana dapat digunakan metode garis lurus. Asumsi metode
ini: menganggap sebuah barang mempunyai masa pakai tertentu dan nilai
penyusutannya adalah pembagian antara harga pembeliannya dengan masa pakainya.
Bila
hasilnya ternyata rugi, dapat mengevaluasi peyebab kerugiannya. Selanjutnya,
dapat memutuskan apakah penyebab kerugian tersebut dapat diatasi atau malah
harus menutup usaha tersebut untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
4. Metode dan Teknik
Analisa
1. Analisa perbandingan
Laporan Keuangan
2. Trend atau tendensi
posisi dan kemajuan keuangan perusahaan
3. Analisa sumber dan
penggunaan modal
4. Analisa sumber dan
penggunaan kas
5. Analisa Ratio
6. Analisa break even
Referensi:




Tidak ada komentar:
Posting Komentar